Literasi Emosional dalam Pembentukan Karakter Muslim (Analisis Raḥmah Dan Ghaḍab Dalam Tafsīr Al-Miṣbāḥ)

Authors

  • Nailatul Insyiroh Universitas Al-Amien Prenduan Author
  • Moh. Jufriyadi Sholeh Universitas Al-Amien Prenduan Author

Keywords:

Literasi Emosional, Rahmah, Ghadab, Tafsīr al-Miṣbāḥ, Karakter Muslim

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep literasi emosional dalam pembentukan karakter muslim melalui pemaknaan Raḥmah (kasih sayang) dan Ghaḍab (amarah) dalam perspektif tafsir M. Quraish Shihab, khususnya dalam karyanya Tafsīr al-Miṣbāḥ pada QS. Al-zumar ayat 53 dan QS. Al-Shūrā ayat 37. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fenomena krisis moral dan lemahnya pengelolaan emosi di era modern, yang menunjukkan pentingnya literasi emosional sebagai bagian dari pembentukan karakter muslim yang holistik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan (library research), dengan sumber data primer berupa Tafsīr al-Miṣbāḥ, serta didukung oleh berbagai literatur terkait. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis untuk mengungkap makna Raḥmah dan Ghaḍab serta implikasinya terhadap literasi emosional. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Raḥmah dalam QS. Al-zumar ayat 53 dimaknai sebagai manifestasi kasih sayang Allah yang luas, mencakup ampunan dan harapan bagi setiap hamba untuk kembali kepada-Nya. Sementara itu, Ghaḍab dalam QS. Al-Shūrā ayat 37 dipahami sebagai emosi alami manusia yang harus dikendalikan dan diarahkan kepada sikap memaafkan. Kedua konsep ini menunjukkan bahwa emosi dalam Islam tidak ditekan, melainkan dikelola secara proporsional sesuai nilai-nilai spiritual. Implikasi dari pemaknaan tersebut terhadap literasi emosional adalah terbentuknya karakter muslim yang mampu mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara seimbang, sehingga melahirkan sikap empati, pengendalian diri, serta akhlak yang mulia dalam kehidupan individu maupun sosial. Dengan demikian, literasi emosional dalam perspektif Al-Qur’an menjadi fondasi penting dalam pengembangan karakter muslim yang berlandaskan nilai spiritual dan etika Islam.

References

Diana, R. R. (2018). “Pengendalian Emosi Menurut Psikologi Islam.” Jurnal Unisia.

Fahdini, Alya Malika. (2021). “Urgensi Pendidikan Karakter dalam Mengatasi Krisis Moral di Kalangan Siswa.” Jurnal Pendidikan Tambusai, Vol. 5, No. 3.

Hajar, Siti. (2021). “Raḥmah dan Ghadab dalam Al-Qur’an: Implikasi Psikologis dan Pendidikan Karakter.” Jurnal Pendidikan Islam, Vol. 9, No. 2.

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur’an dan Terjemahnya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.

Mohamad Yusof, Z. I. B., dkk. (2024). “Strategi Pengelolaan Emosi dalam Perspektif Al-Qur’an.” Jurnal Quranicum.

Quraish Shihab, M. (2000). Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu’i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan.

Quraish Shihab, M. (2002). Tafsīr al-Miṣbāḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Jilid 11. Jakarta: Lentera Hati.

Quraish Shihab, M. (2002). Tafsīr al-Miṣbāḥ: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Vol. 12. Jakarta: Lentera Hati.

Ramot Peter. (2014). “Sikap Emosional Ketika Menghadapi Krisis.” Jurnal Humaniora, Vol. 5, No. 2, Oktober, hlm. 881.

Shihab, Muhammad Quraish. (2002). Tafsir Al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur’an, Jilid 11. Jakarta: Lentera Hati.

Zed, Mestika. (2008). Metode Penelitian Kepustakaan. Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Downloads

Published

2026-06-09

Similar Articles

1-10 of 615

You may also start an advanced similarity search for this article.