Dari Penambang Timah ke Petani Sawit:Studi Strategi Adaptasi Sosial Ekonomi Masyarakat di Desa Tempilang Kabupaten Bangka Barat
Keywords:
Penambang Timah, Petani Sawit, Strategi Adaptasi, Sosial EkonomiAbstract
Peralihan pekerjaan penambang timah menjadi petani sawit terjadi karena menurunnya hasil pendapatan masyarakat yang tidak lagi menjanjikan. Kondisi ini mendorong masyarakat penambang timah untuk mencari pekerjaan baru yang cukup menjanjikan perekonomian dalam jangka waktu panjang. Masyarakat penambang timah memilih beralih pekerjaan sebagai petani sawit karena hasil dari panen sawit yang cukup menjanjikan dan stabil. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis strategi adaptasi sosial ekonomi masyarakat penambang timah beralih menjadi petani sawit. Teori yang digunakan adalah tindakan sosial dengan konsep rasionalitas instrumental Max Weber. Metode penelitian yang digunakan kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan rasionalitas penambang timah beralih menjadi petani sawit, terdapat 2 strategi adaptasi masyarakat penambang timah beralih menjadi petani sawit yakni strategi adaptasi ekonomi dan strategi adaptasi sosial. Strategi adaptasi ekonomi terdapat dua indikator yaitu; (1) peralihan Mata pencaharian dari penambang timah menjadi petani sawit. (2) pemanfaatan uang tabungan untuk jangka panjang. Strategi adaptasi sosial terdapat dua indikator yaitu; (1) penguatan jaringan sosial dengan petani sawit. (2) melibatkan anggota keluarga dalam kegiatan pertanian dan analisis teori rasionalitas instrumental terhadap strategi adaptasi sosial ekonomi masyarakat penambang timah ke petani sawit.
References
Sumber Buku: Afrizal. (2018). Metode Penelitian Kualitatif: Sebuah Upaya Mendukung Penggunaan Penelitian Kualitatif Dalam Berbagai Disiplin Ilmu. Depok: PT. Rajagrafindo Persada.
Arikunto, S. (2017). Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.
Bangka Barat Dalam Angka 2024. (2024). Badan Pusat Statistik Bangka Barat (hal. 415).
BPS Kabupaten Bangka Barat.
Creswel, J. W. (2019). Research Design Pendekatan Metode Kualitatif, Kuantitatif dan Campuran . Jakarta: kencana.
Moleong. (2019). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Morissan, A.,et.,al.(2018). Metode Penelitian Survei. Jakarta: Kencana PIP Jones, Liz Bradbury,&S.l.B. (2016). Pengantar Teori-Teori Sosial.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif. Alfabeta.
Waters, T. &. (2015). Rasionalisme dan masyarakat modern: Terjemahan baru tentang politik, birokrasi dan stratifikasi sosial. Palgrave Macmillan.
Weber, M. (2009). Sosiologi, Terjemahan oleh Noorkholish dan Tim Penerjemah Promothea. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Weber, M. (2018). Ekonomi dan Masyarakat : Dasar-dasar sosiologi (terj. Soerjono Soekanto). Jakarta: Rajawali Pers.
Sumber Jurnal, Naskah Publikasi, dan Skripsi
Agustina, E. (2023). Peran Pemerintah Daerah Dalam Perizinan Pertambangan Timah dalam Pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Kajian Ilmiah Hukum Dan Kenegaraan, Vol. 2, No.1.
Aster Juanda, Y. A. (2019). Strategi bertahan hidup buruh tani di kecamatan danau kembar alahan panjang. In Jispo, Vol.9,Issue 2.
Eprial, S. R. (2024). Strategi adaptasi masyarakat pesisir terhadap dampak perubahan iklim . jurnal kajian ruang, 185-195.
Kalsum, U. (2025). Dari Tambang Timah Ke Tambak Udang: Rasionalitas Buruh Timah di Desa Penagan. Skripsi. Fisip UBB.
Nurdiani, T. (2017). Strategi Adaptasi Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana Tanah Longsor di Desa Watugajah, Kecamatan Gedangsari, Kabupaten Gunung kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Risa Novianti, T. M. (2018). Strategi Adaptasi Masyarakat Terdampak Pembangunan Waduk Jatigede di Dusun Cipondoh Desa Pawenang Kecamatan Jatinunggal Kabupaten Sumedang.
Sulistia, Y. Y. (2023). Penyebab Perubahan Mata Pencaharian Dari Pekerja Penambang Kayu Ke Petani Sawit Pada Masyarakat Desa Kerang Dayo Tahun 2010-2020. Jurnal Pendidikan Sejarah, 8(3), 36-37.
Valentina Wijayanton, O. S. (2017). Perubahan Mata pencaharian dan Proses Adaptasi Warga Terkena Dampak Pembangunan Waduk Jatigede. UMBARA.
Sumber Internet
Rahman, A. (2022). Cadangan Timah Indonesia Akan Habis 10 Tahun Lagi. Liputan6 https://www.liputan6.com/bisnis/read/5021452/cadangan-timah- indonesia-akan-habis-10-tahun-lagi (di akses: 15 Februari 2025)
Ismi, T. H. (2021). Tambang Timah Yang "Melubangi" Jejak Rempah Nusantara Di Pulau Bangka. Mongabay https://share.google/U2znELp8f40ncIr5y (di akses: 13 Februari 2025)
Marsila,I. (2023). Sawit Komoditas Primadona. Prokopim https://share.google/dkXOw0NpmSbTY44sD. (di akses: 13 Februari 2025)
Nugraha, A. (2020). Kemenangan Sang Petani-Kisah Titik Balik Seorang Petani Sawit. Sebijak Institute https://share.google/pZ0l6J1hAUZ3oNVsF. (di akses: 13 Februari 2025)
Pratama, R. (2024). Bong Ming Ming Cari Sektor Lain, Ekonomi Masyarakat Bangka Barat Tak Bisa Bergantung Pada Timah. Bangkapos.com https://bangka.tribunnews.com/2024/03/14/bong-ming-ming-cari-sektor- lain-ekonomi-masyarakat-bangka-barat-tak-bisa-bergantung-pada-timah. (di akses: 12 Februari 2025)
Putri, H. D. (2023). Tambang timah Bangka Belitung: Sejarah, Dampak, dan Asa Untuk Masa Depan. https://share.google/fX9bL1prUtMd87qQE. (di akses: 14 Februari 2025).
SPKS. (2020). Definisi Petani Sawit Luas Lahan Kurang 4 Hektar. SPKS https://share.google/etIpcM4ivYFVI9MaB.(di akses: 11 Februari 2025).






