Kaidah Pembuktian dalam Arbitrase Syariah: Analisis Yuridis dan Prinsip Bayyinah dalam Fiqih Muamalah

Authors

  • Muhammad Annur Apriansyah Rangga Akriam Universitas Muhammadiyah Jakarta Author
  • Qadri Maulana Islami Syafri Universitas Muhammadiyah Jakarta Author

Keywords:

Arbitrase Syariah, Pembuktian, Bayyinah, Fikih Muamalah, Hukum Positif, Sengketa Ekonomi Syariah

Abstract

Penelitian ini mengkaji kaidah pembuktian dalam arbitrase syariah dengan menelaah hubungan antara ketentuan hukum positif dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 dan prinsip bayyinah dalam fikih muamalah. Melalui metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan komparatif, studi ini menemukan bahwa pembuktian dalam arbitrase syariah pada dasarnya mengikuti mekanisme hukum nasional, namun tetap membutuhkan kesesuaian dengan prinsip bayyinah yang mencakup kesaksian, pengakuan, sumpah, dokumen, dan pendapat ahli. Analisis menunjukkan bahwa harmonisasi kedua sistem tersebut penting, terutama terkait penilaian saksi ahli fikih, bukti elektronik, dan kekuatan akad syariah kontemporer. Dengan demikian, integrasi prinsip syariah dan hukum positif menjadi keharusan agar penyelesaian sengketa ekonomi syariah melalui arbitrase dapat berjalan efektif dan tetap memenuhi nilai-nilai keadilan syariah.

References

Al-Kasānī, Alāʾuddīn. Bada’i al-Sana’i fi Tartib al-Sharā’i. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.

Antonio, M. Syafi’i. (2001). Bank Syariah: Dari Teori ke Praktik. Jakarta: Gema Insani.

Anwar, Destri. (2017). “Penerapan Kaidah Pembuktian dalam Arbitrase Syariah.” Jurnal Hukum IUS QUIA IUSTUM, 24(3), 451–468.

Fathurrahman, A. (2020). “Harmonisasi Pembuktian Syariah dan Hukum Positif dalam Sengketa Ekonomi.” Al-Ihkam: Jurnal Hukum dan Pranata Sosial, 15(2), 233–250.

Fuady, Munir. (2018). Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa. Bandung: Citra Aditya Bakti.

Ghazali, A. (2018). Bayyinah sebagai Alat Bukti dalam Hukum Acara Peradilan Islam. Al-Daulah: Jurnal Hukum Islam, 8(2), 145–160.

Hasan, M. Ali. (2010). Berbagai Macam Transaksi dalam Islam. Jakarta: RajaGrafindo.

Hammudah, Abdul Ati. (2017). Islamic Law of Transactions. Cairo: Darussalam.

Karim, Adiwarman A. (2014). Fiqh Muamalat. Jakarta: Rajawali Pers.

Mertokusumo, Sudikno. (2013). Hukum Acara Perdata Indonesia. Yogyakarta: Liberty.

Mahmood, Tahir. (2015). Islamic Law of Evidence. New Delhi: Oxford University Press.

Nurdin, A. (2020). Rekonstruksi Alat Bukti dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah. Jurnal Hukum Islam, 18(2), 211–229.

Nurhabni, F. (2024). “Kedudukan BASYARNAS dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah di Indonesia.” Jurnal Hukum Islam Nusantara, 6(1), 45–58.

Prakoso, A. L. (2017). Review of Sharia Arbitration as an Alternative Dispute Resolution in the Field of Sharia Banking. Jurnal Jurisprudence, 7(1), 59–67.

Rosyadi, A. (2021). Dokumen Digital sebagai Bagian dari Bayyinah dalam Perspektif Fikih. Asy- Syir’ah: Jurnal Ilmu Syari’ah dan Hukum, 55(1), 51–70.

Sulfiayu, H. (2020). Kajian Kritis Tentang Relevansi Arbitrase Menurut UU No.30 Tahun 1999 Dalam Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah. JURNAL AL-TSARWAH, 3(1), 92– 114.

Suryadilagā, M. (2019). Prinsip Pembuktian (Bayyinah) dalam Fikih Muamalah Kontemporer. Al- Manahij: Jurnal Kajian Hukum Islam, 13(1), 75–90.

Sufriadi, S. (2021). “Efektivitas Arbitrase Syariah pada BASYARNAS dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Syariah.” Al-Maslahah: Jurnal Hukum dan Studi Islam, 17(2), 101– 114.

Sulat, M. (2016). Hukum Arbitrase Indonesia. Jakarta: Prenadamedia Group.

Tehedi, Y. (2023). “Prosedur Penyelesaian Sengketa Ekonomi Syariah melalui BASYARNAS.” Al-Syakhsiyyah: Jurnal Hukum Keluarga Islam, 5(1), 80–96.

Undang-Undang Nomor 30 Tahun 1999 tentang Arbitrase dan Alternatif Penyelesaian Sengketa.

Downloads

Published

2026-01-03