Perbedaan Tingkat Kecemasan Antara Mahasiswa Kedokteran Tingkat Akhir yang Tinggal di Kos dan Bersama Orangtua

Authors

  • Marency Feranty Robe Universitas Nusa Cendana Author
  • Kristian Ratu Universitas Nusa Cendana Author
  • Rahel Rara Woda Universitas Nusa Cendana Author

Keywords:

Kecemasan, Tempat Tinggal, Mahasiswa Kedokteran

Abstract

Menurut World Health Organization (WHO) tahun 2017  prevalensi  kecemasan sebesar 3,6% atau sekitar 264 juta dengan prevalensi terbesar 23% atau sekitar 60,05 juta berasal dari Asia Pasifik. Kecemasan dapat dialami oleh semua orang termasuk mahasiswa Salah satu program studi yang rentan terhadap kecemasan adalah mahasiswa kedokteran. Kecemasan tersebut dapat mengakibatkan masalah akademik, olahraga dan penampilan sosial. Kecemasan juga dapat menimbulkan gangguan pada proses berpikir, konsentrasi belajar, persepsi dan dapat menimbulkan bahaya dalam kehidupan mereka yang masih belajar yang sudah tentu mempengaruhi prestasi belajarnya. Tempat tinggal dapat menjadi faktor yang mempegaruhi kecemasan pada mahasiswa. Tujuan Penelitian ini Mengetahui perbedaan tingkat kecemasan antara mahasiswa Kedokteran tingkat akhir yang tinggal di kos dengan yang tinggal bersama orangtua selama menjalani perkuliahan. Metode Penelitian ini merupakan penelitian analitikal observasional dengan rancangan cross sectional pada mahasiswa tingkat akhir FK Undana. Penentuan besar sampel diukur menggunakan teknik total sampling mendapat 85 responden. 85 responden tersebut diminta kesedian nya untuk mengisi kuisioner SARS sebanyak 20 pertanyaan,. Data dari responden akan di ekslusi apabila memenuhi kriteria yaitu tidak mengisi kuisoner secara lengkap. Penelitian ini dianalisis secara univariat kemudian bivariat menggunakan uji t.  Hasil dari penelitian ini Dari 85 responden, 49,4% tinggal di kos dan 50,6% tinggal bersama orangtua. Pada tingkat kecemasan terdapat 78,8% memiliki kecemasan ringan, 18,8% memiliki kecemasan sedang dan 2,4% memiliki kecemasan berat. Hasil uji bivariat menggunakan uji t diperoleh hasil p=0,958 (p>0,05). Kesimpulan: Tidak ada perbedaan tingkat kecemasan antara mahasiswa Kedokteran Fakultas Kedokteran tingkat akhir yang tinggal di kos dan bersama orangtua.

References

Diferiansyah, O. Perbedaan Tingkat Gelisah Antara Mahasiswa Kedokteran Tingkat Pertama Yang Tinggal Kos dan Bersama Orang Tua. Jurnal Majority 6(4). 2020 World Health Oranization. Depression and Other Common Mental Disorders. 2017.

Kemenkes RI. Hasil Utama RISKESDAS. Status Mental [Internet].2018; 103. Availablefrom:http://kesmas.kemkes.go.id/assets/upload/dir_519d41d8cd98f00/files/ Hasil-riskesdas-2018_1274.pdf.

Hartaji, Damar A. Motivasi Berprestasi Pada Mahasiswa yang Berkuliah Dengan Jurusan Pilihan Orangtua. Fakultas Psikologi Universitas Gunadarma. 2012.

Diferensyah, Okta. 2015. Perbedaan Tingkat Gelisah Antara Mahasiswa Kedokteran Tingkat Pertama Yang Tinggal Kos Dan Bersama Orangtua . J Majority 6(4) .

Thinagar M, Westa W. Jurnal Tingkat kecemasan mahasiswa kedokteran Universitas Udayana dan implikasinya pada hasil ujian. Doaj. 2017;8(3):181–3.

Nedya, Ulfadhina. Perbedaan Tingkat kecemasan Mahasiswa Yang Tinggal Di Pondokan(kos) Dan Yang Tinggal Dengan Orangtua Pada Mahasiswa Semester VI Fakultas Kedokteran di Universitas Muhammadiyah Yokyakarta 2015[skripsi]. Fakultas Kedokteran Muhammadiyah. 2016.

Priyambodo, A. B. Dan Setyawan, H. Problematika Sosial Mahasiswa di Universitas Negeri Malang Ditinjau dari Perspertif Perkembangan Psikososial. Prosiding Seminal Nasional & Call Paper Psikologi Sosial. 2019.

Downloads

Published

2026-01-04